Viral Trombosis Jadi Penyebab Utama Kematian COVID-19, Benarkah?

Pandemi Corona (COVID-19) yang terjadi di seluruh dunia termasuk Indonesia, membawa banyak ketidakpastian dalam hal informasi mengenai apa penyebab dari penyakit. Banyak berita disinformasi (hoax) yang dibagikan kepada masyarakat melalui media-media sosial yang membuat berita kebohongan tersebut menjadi viral.

Salah satu berita viral mengenai COVID-19 baru-baru ini adalah sebuah pesan berantai yang menyebutkan bahwa di Italia telah ditemukannya obat untuk virus Corona. Dalam narasi “Italia mengalahkan COVID-19” pada pesan berantai tersebut, dijelaskan bahwa hal utama yang menjadi penyebab kematian pasien Corona adalah penggumpalan darah atau biasa dikenal dengan istilah Trombosis.

adv b7

Namun hal tersebut terbukti hanya hoax semata. Dilansir dari situs resmi COVID-19 nasional covid19.go.id, ada beberapa poin yang tidak benar di dalam narasi pesan berantai tersebut. Seperti penyebab kematian utama COVID-19 adalah Trombosis, kemudian klaim penyembuhan dengan obat antibiotik, serta penyakit langka koagulasi intravascular diseminata (DIC) yang dihubung-hubungkan dengan COVID-19.

Faktanya, dilansir dari jurnal penelitian thelancet.com, penyebab utama kematian oleh virus Corona (COVID-19) adalah akibat dari kegagalan pernafasan. Virus Corona secara perlahan membuat komplikasi pada organ yang terdampak, sehingga bisa menyebabkan shock hingga kegagalan fungsi dari organ tersebut.

Kemudian, dilansir dari jurnal penelitian bmj.com terkait dengan Trombosis, penyakit tersebut bukanlah penyebab utama kematian di COVID-19. Namun merupakan penyakit komplikasi yang bisa mengancam pasien COVID-19 yang berada dalam kondisi kritis. Rata-rata hal tersebut terjadi karena pasien berada di kondisi imobilitas (tidak dapat bergerak) akibat dari perawatan intensif dari COVID-19 sehingga menimbulkan penggumpalan darah.

Hingga saat ini belum ada bukti yang signifikan bawa setiap pasien COVID-19 mengalami penggumpalan darah (hanya pasien kritis yang mungkin dapat terjadi penggumpalan). Namun untuk mencegah Trombosis atau penggumpalan darah sejak dini, Anda bisa mengkonsumsi obat yang mengandung Aspirin (acetylsalicylic acid). Pastikan juga untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum mengkonsumsi Aspirin.

Salah satu obat ampuh yang mengandung Aspirin (acetylsalicylic acid) adalah Puyer 16. Puyer 16 dapat digunakan sebagai pencegah penggumpalan darah, anti-inflamasi, dan pereda nyeri. Aspirin juga masuk sebagai golongan obat Anti-Inflamasi Non-Steroid (AINS). Selain itu, Puyer 16 juga ampuh meredakan demam, sakit kepala, sakit gigi, dan nyeri.

Kandungan paracetamol dalam Puyer 16 merupakan obat analgesik dan antipretik, yang bisa meredakan demam. Ada pula kandungan Caffeine sebagai stimulan sistem saraf, sehingga dapat mencegah rasa kantuk dan membantu mengurangi rasa sakit kepala.

Untuk dosis Puyer 16, dapat dikonsumsi 3 kali sehari 1 sachet. Namun tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh penderita hipersensitif terhadap obat golongan AINS, pernah operasi jantung, gangguan ginjal, anak di bawah 12 tahun, serta ibu hamil dan menyusui.

Bintang Toedjoe Puyer 16 tersedia di apotek terdekat dan juga e-commerce kesayangan Anda seperti Shopee, Tokopedia, Bukalapak, dan juga aplikasi kesehatan Halodoc.

Sumber : Detik.com

0 Comments

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

©2020 KLEO Template a premium and multipurpose theme from Seventh Queen

CONTACT US

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Sending

Log in with your credentials

Forgot your details?